Sabtu, 09 April 2011

Definisi &komponen sikap, beserta beberapa model sikap

I. Definisi sikap menurut ahli/ pakar psikologi:

1. Thomas (1918)

Sikap adalah kondisi mental yang kompleks yang melibatkan keyakinan
dan perasaan, serta disposisi untuk bertindak dengan cara tertentu.

2. Thomas & Znaniecki (1920)
Sikap adalah predisposisi untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu, sehingga sikap bukan hanya kondisi internal psikologis yang murni dari individu (purely psychic inner state), tetapi sikap lebih merupakan proses kesadaran yang sifatnya individual.

3. Allport (1935)

Sikap adalah kondisi mental dan neural yang diperoleh dari pengalaman, yang
mengarahkan dan secara dinamis mempengaruhi respon-respon individu
terhadap semua objek dan situasi yang terkait.

4. Krech & Crutchfield (1948)

Sikap adalah pengorganisasian yang relatif berlangsung lama dari proses
motivasi, persepsi dan kognitif yang relatif menetap pada diri individu dalam berhubungan dengan aspek kehidupannya. Sikap individu ini dapat diketahui dari beberapa proses motivasi, emosi, persepsi dan proses kognitif yang terjadi pada diri individu secara konsisten dalam berhubungan dengan obyek sikap.

5. Campbel (1950)

Sikap adalah sekumpulan respon yang konsisten terhadap objek sosial.
Sikap tidak hanya kecenderungan merespon yang diperoleh dari pengalaman tetapi sikap respon tersebut harus konsisten. Pengalaman memberikan kesempatan pada individu untuk belajar.

6. Aiken (1970)

Sikap adalah predisposisi atau kecenderungan yang dipelajari dari seorang
individu untuk merespon secara positif atau negatif dengan intensitas yang
moderat dan atau memadai terhadap objek, situasi, konsep, atau orang lain.

7. Triandis (1971)
Sikap adalah ide yang berkaitan dengan emosi yang mendorong dilakukannya
tindakan-tindakan tertentu dalam suatu situasi sosial.Ide yang merupakan predisposisi tersebut berkaitan dengan emosi.


8. Gagne (1974)
Sikap merupakan suatu keadaan internal (internal state) yang mempengaruhi pilihan tindakan individu terhadap beberapa obyek, pribadi, dan peristiwa.

9. Howard dan Kendler (1974)
Sikap merupakan suatu kecenderungan untuk mendekat atau menghindar, posotitif atau negatif terhadap berbagai keadaan sosial, apakah itu institusi, pribadi, situasi, ide, konsep dan sebagainya.

10. Thurstone & Chave (1990)

Sikap adalah keseluruhan dari kecenderungan dan perasaan, curiga atau bias,
asumsi-asumsi, ide-ide, ketakutan-ketakutan, tantangan-tantangan, dan
keyakinan-keyakinan manusia mengenai topik tertentu.

Kesimpulan:

Sikap ialah keadaaan yang memungkinkan terjadinya suatu perbuatan yang menentukan atau mempengaruhi suatu kekhasan atau keunikan dari perilaku seseorang, dalam merespon secara konsisten baik secara positif atau negatif.


II.Komponen-Komponen Sikap
1. Menurut Mar’at (1984):

 Komponen kognisi yang berhubungan dengan belief (kepercayaan atau keyakinan), ide, konsep

persepsi, stereotipe, opini yang dimiliki individu mengenai sesuatu

 Komponen Afeksi yang berhubungan dengan kehidupan emosional seseorang

menyangkut perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah emosi

 Komponen Kognisi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku


- Interaksi antara komponen sikap:
seharusnya membentuk pola sikap yang seragam ketika dihadapkan pada obejk sikap.
Apabila salah satu komponen sikap tidak konsisten satu sama lain, maka akan terjadi ketidakselarasan akibat: terjadi perubahan sikap.

2. Menurut Oskamp(1991)
Komponen sikap meliputi:
 Faktor- faktor genetik
 Pengalaman personal
 Pengaruh orang tua
 Kelompok sebaya atau kelompok masyarakat
 Media massa

3. Menurut Gagne
Komponen sikap berasal dari faktor internal. Keadaan internal mempengaruhipilihan tindakan individu terhadap beberapa obyek, pribadi, dan peristiwa.
Keadaan internal meliputi aspek kognitif(belajar mandiri), yang diperoleh dari proses akomodasi dan asimilasi pengetahuan yang didapatkan.


Kesimpulan:

Komponen sikap meliputi:

 Komponen kognitif merupakan aspek sikap yang berkenaan dengan penilaian
individu terhadap obyek atau subyek. Informasi yang masuk akan
menghasilkan nilai baru yang akan diakomodasi atau diasimilasikan
dengan pengetahuan yang telah ada di dalam otak manusia. Nilai - nilai
baru yang diyakini benar, baik, indah, dan sebagainya, pada akhirnya
akan mempengaruhi emosi atau komponen afektif dari sikap individu.

 Komponen Afeksi yang menyangkut dengan kehidupan emosional seseorang menyangkut perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah emosi. komponen afektif dapat dikatakan sebagai perasaan (emosi)
individu terhadap obyek atau subyek, yang sejalan dengan hasil
penilaiannya.

 Komponen yang merupakan kecenderungan bertindak melakukan perbuatan sesuai dengan keyakinan dan keinginannya Sikap seseorang terhadap suatu obyek atau subyek dapat positif atau negatif. Komponen Kognisi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku ”kecenderungan” : belum berperilaku - Interaksi antara komponen sikap: seharusnya membentuk pola sikap yang seragam ketika dihadapkan pada obejk sikap.Apabila salah satu komponen sikap tidak konsisten satu sama lain, maka akan terjadi ketidakselarasanakibat terjadi perubahan sikap


III. Model Sikap

 Menurut Mar’at:

Sikap terdiri dari dua komponen bila dijabarkan dengan singkat:

 Komponen kognisi yang berhubungan dengan belief (kepercayaan atau keyakinan), ide, konsep Dan Komponen Kognisi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku
persepsi, stereotipe, opini yang dimiliki individu mengenai sesuatu

 Komponen Afeksi yang berhubungan dengan kehidupan emosional seseorang menyangkut perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah emosi

Menurut Oskamp(1991)

 Menurut Oskamp(1991)

Komponen sikap meliputi:
 Faktor- faktor genetik
 Pengalaman personal
 Pengaruh orang tua
 Kelompok sebaya atau kelompok masyarakat
 Media massa

 Menurut Gagne

Komponen sikap berasal dari faktor internal. Keadaan internal mempengaruhi pilihan tindakan individu terhadap beberapa obyek, pribadi, dan peristiwa.
Keadaan internal meliputi aspek kognitif(belajar mandiri), yang diperoleh dari proses akomodasi dan asimilasi pengetahuan yang didapatkan.

Kesimpulan:

Faktor- faktor genetik
Pengalaman personal

Pengaruh ortu
Kelp sebaya atau kelp
masyarakat
Media massa



Sikap berasal dari faktor internal yang berupa komponen kognisi dan komponen afeksi. Faktor internal bisa berupa aspek kognitif. Keyakinan merupakan aspek kognitif, karena didapat dari pengalaman, belajar, dll. Komponen kognisi terdiri dari: faktor- faktor genetik, pengalaman personal, pengaruh ortu, kelp sebaya, bahkan media massa, dlL.


Daftar Pustaka

 http://dinamika.uny.ac.id/akademik/sharefile/files/23092008112957_definisi.pdf
 http://www.thefreedictionary.com
 http: // www.bolender.com/coser
 http://psikologi-unnes.blogspot.com/2008/08/pengertian-sikap-dan-perilaku.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar